KMP-ICARE: Bimtek Kelapa di Minahasa Utara
Likupang Timur, Direktur Wilayah (Dirwil) Balai Besar Penerapan Modernisasi Pertanian (BRMP) Sulawesi Utara (Sulut), Steivie Karouw, menghadiri pelaksanaan Bimbingan Teknis (Bimtek) Klinik Modernisasi Pertanian (KMP) Komoditas Kelapa. Kegiatan ini diselenggarakan oleh BRMP Perkebunan di Kabupaten Minahasa Utara (Minut) pada hari Kamis, (3/9), sebagai wujud nyata dukungan terhadap penguatan modernisasi pertanian kelapa di wilayah Sulut.
Bimtek ini dilaksanakan di Ruang Aula Kantor Camat Likupang Timur, Desa Likupang I, Kecamatan Likupang Timur. Kegiatan merupakan tindak lanjut dari sosialisasi program Klinik Modernisasi Pertanian–Integrated Corporation of Agricultural Resource Empowerment (KMP-ICARE) khusus untuk komoditas kelapa di Kabupaten Minut.
Acara diawali dengan pembukaan, sambutan, serta arahan yang disampaikan oleh R. Dani Medionovianto, yang mewakili Kepala BRMP Perkebunan. Turut hadir Camat Likupang Timur, Nova Sigarlaki, beserta jajaran pemerintah setempat dan para peserta kegiatan yang berasal dari unsur petani dan pelaku usaha kelapa.
Pemaparan materi strategis pertama mengangkat tema "Teknologi Hulu-Hilir dalam Pengembangan Rantai Nilai Komoditas Kelapa," yang disampaikan oleh Hengky Novarianto, Materi ini membahas bagaimana teknologi dapat diterapkan secara menyeluruh, mulai dari budidaya hingga pengolahan pasca panen untuk meningkatkan nilai tambah produk kelapa.
Sesi kedua membahas pengendalian hama dengan fokus praktik penggunaan alat perangkap hama Oryctes, disampaikan oleh Lidyana Maya Gosal. Pemaparan ini memberikan pengetahuan teknis yang praktis bagi petani dalam melindungi tanaman kelapa dari serangan hama secara efektif dan berkelanjutan.
Materi ketiga berjudul "Manajemen Kelembagaan dan Pengembangan Bisnis Korporasi Petani Kelapa" disampaikan oleh I Ketut Ardana, Materi ini dirancang untuk memperkuat kapasitas kelembagaan petani agar mampu mengelola usaha secara profesional, mandiri, dan berdaya saing tinggi dalam menghadapi pasar yang semakin terbuka.
Selain pemaparan teori, kegiatan juga diisi dengan sesi diskusi interaktif serta pelatihan public speaking untuk agribisnis. Dengan demikian, peserta tidak hanya memperoleh pengetahuan teknis di bidang budidaya dan pengolahan, melainkan juga kemampuan mengomunikasikan potensi dan produk usaha kelapa kepada berbagai pihak secara lebih meyakinkan.
Kehadiran BRMP Sulut dalam kegiatan ini menegaskan komitmen untuk terus bersinergi dengan unit kerja lingkup Kementerian Pertanian, pemerintah daerah, dan pemangku kepentingan lainnya. Sinergi ini diharapkan mampu mempercepat modernisasi pertanian serta pengembangan komoditas strategis Sulut, khususnya kelapa.
Melalui rangkaian kegiatan pendampingan teknis ini, kelapa yang selama ini menjadi komoditas andalan masyarakat wilayah pesisir diharapkan dapat "naik kelas" — dari sekadar komoditas bahan baku menjadi produk bernilai tambah tinggi yang mampu meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan petani kelapa di Sulut.